Categories
Ecommerce Update

Sejarah Ecommerce di Indonesia dan Perkembangannya

Apa itu Ecommerce? Apabila pertatanyaan ini dilontarkan sepuluh atau dua puluh tahun lalu, mungkin tak akan ada orang yang tahu. Namun berbeda kali ini, perkembangan ecommerce yang begitu pesat membuat semua orang secara perlahan mengenal dan memahaminya.

Beberapa tahun belakangan ecommerce memang dapat dikatakan merajai sentra perdagangan digital yang kian diminati masyarakat dunia termasuk Indonesia.

Penggunaan perangkat telekomunikasi seperti handphone dan computer yang dibarengi dengan internet, membuat cara belanja yang satu ini lebih diminati oleh masyarakat milenial.

Sedikit Sejarah Ecommerce di Indonesia

Namun tahukan Anda mulai kapan ecommerce ini mulai dikenal? Untuk menambah wawasan Anda tentang dunia perdagangan yang menggunakan sarana bisnis dan teknologi, mari kita simak ulasan mengenai update perkembangan dan sejarah Ecommerce di Indonesia berikut ini.

Awal Kemunculan

Sejarah ecommerce di Indonesia diawali dengan didapuknya IndoNet sebagai Internet Service Provider (ISP) di Indonesia pada tahun 1994 silam. Kemunculan dari IndoNet ini menjadi pintur gerbang atas pemanfaatan teknologi telekomunikasi dalam segala bidang, tak terkecuali dengan perdagangan.

Pada awal pendiriannya, banyak pedagang yang menggunakan internet sebagai lapak untuk menampilkan dagangannya. Sedangkan proses jual beli tetap dilaksanakan secara manual.

Apakah hal ini efektif? Tentu saja tidak. Dengan adanya rise dan uji coba, akhirnya banyak penemu yang mulai memaksimalkan penggunaan internet dalam dunia perdagangan. Salah satu usaha atau langkah yang mereka lakukan adalah dengan banyaknya kemunculan bisnis startup.

Era Pertengahan

Pada tahun 2010-2011 dapat dikatakan sebagai era pertengahan bagi ecommerce. Mengapa? siapa yang tak tahu gojek? Startup yang bergerak dalam bidang transortasi ini menjadi bukti kesukesan dari ecommerce.

Berkat inovasi yang dilakukan, gojek menjadi gerbang pembuka bagi masyarakat awam atas penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan main-main, bahkan tahun 2020 ini gojek telah dikategorikan sebagai Unicorn atau usaha startup yang memiliki valuasi sebesar Rp 1 miliar.

Dengan kemunculan dan kesuksesannya, gojek juga menjadi pemacu bagi startup lain untuk unjuk gigi. Sebut saja Bukalapak, Tiket.com, Zalora, dan masih banyak lagi.

Era Renaisance

Karena perkembangannya yang kian pesat, ecommerce telah mencapai era kejayaannya di tahun 2014. Bahkan kini ecommerce memiliki hari perayaannya sendiri yang dinamakan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Pada tahun 2014 telah banyak bermunculan ecommerce startup maupun unicorn dalam berbagai bidang mulai dari fashion, transportasi, property, akomodasi, perdagangan umum, pekerjaan, dan maish banyak lagi.

Salah satu startup di Indonesia yang mampu menembus angka investasi hingga USD 100 juta atau 1,2 triliun adalah Tokopedia.

Tak hanya perusahaan startup asli, bahkan banyak perusahaan komersil yang mulai melirik bisnis ecommerce ini. sebut saja MatahariMall.com yang merupakan anak cabang dari Lippo Group.

Tanggapan Pemerintah

Kira-kira apa yang dirasakan pemerintah dengan hadirnya ecommerce di negaranya? Tentu saja sangat diuntungkan. Masuknya investasi asing ke dalam negeri ditambah dengan arus perdagangan yang kian lancar tentu mendatangkan pundi-pundi rupiah yang cukup besar.

Belum lagi dari masalah pajak yang dikenakan untuk produk yang diatur dalam peraturan pemerintah. Maka dari itu, pemerintah semakin menengadahkan tangan dengan adanya ecommerce ini.

Hal ini dibuktikan dengan diluncurkannya Perpres Nomor 74 tahun 2017 yang diseut dengan Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik.

Demikian ulasan lengkap mengenai update perkembangan dan sejarah ecommerce di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.